Saturday, May 26, 2012

Dongeng Anak Indonesia - Kisah Raja Batu Yang Tamak

Dongeng anak indonesia kali ini bercerita tentang kisah seorang raja yang tamak dengan harta kekayaan. Dikisahkan ada sebuah kerajaan di negeri antah berantah. Negeri tersebut sangat indah sekali alamnya, seluruh rakyat hidup dengan sejahtera aman dan sentosa. Pada suatu hari datanglah seorang nenek tua yang masuk kedalam istana sang raja.

"Stop..!!" bentak penjaga kepada si nenek tadi. Spontan si nenek kaget bukan kepalang. "Apa tujuan kamu datang dan mau masuk kedalam istana ini, nenek tua?", tanya sang penjaga kepada si nenek tersebut. "Aku ingin ketemu dengan raja", jawab nenek tadi dengan suara yang sangat kecil dan terbata-bata. "Tidak boleh, tidak boleh ada satupun rakyat biasa yang bisa masuk dan menemui raja", kata pengawal pintu istana. "Baiklah, sampaikan salamku kepada sang raja, bahwa aku akan kembali lagi". Sang penjaga hanya tertegun heran kalau si nenek akan kembali lagi kedalam istana untuk menemui sang raja.

Hari berganti, dan pada suatu ketika, raja mendadak sakit keras dan seluruh istana berkumpul didalam kamar sang raja. Raja kemudian berkata, "aku akan membuat pengumuman bahwa aku akan memberikan seluruh harta kekayaan kerajaan ini, jika ada yang bisa menyembuhkan penyakitku". Hari itu juga di pelosok negeri kerajaan itu dibuatlah sayembara, barang siapa yang bisa menyembuhkan penyakit raja, akan mendapatkan seluruh harta kekayaan dari sang raja.

Maka, berdatanglah semua tabib dan paranormal dari seluruh negeri untuk datang menyembuhkan penyakit sang raja. Tidak satupun dari mereka yang bisa menyembuhkan raja. Akhirnya pada suatu ketika datanglah nenek tua yang pernah dilarang masuk istana pada waktu itu untuk menyembuhkan sang raja.

Si nenek tetap dilarang ketika ingin masuk kedalam istana, namun sang raja memperbolehkan nenek tersebut masuk kedalam istana. Si nenek hanya memberikan ramuan yang berisi teh herbal kepada sang raja seraya berkata, kau boleh memerintah negeri ini asal kau jangan terlalu serakah akan kekayaan negeri ini.

Sang raja hanya heran dan berkata, "Kau fikir, hanya dengan minum teh ini bisa menyembuhkan penyakitku?", "Tidak" kata si nenek, "lalu obat apa yang kau bawa agar bisa menyembuhkan penyakitku?" tanya sang raja geram. "Sesungguhnya penyakit yang kau derita akibat dari keserakahan dirimu yang terus menumpuk harta kekayaan dan tidak peduli dengan rakyatmu. Jika kau mau instropeksi sejenak saja dan menyesali perbuatanmu, maka penyakitmu akan segera sembuh", saran si nenek.

"Lalu bagaimana jika aku tidak mengikuti saranmu?, tanya siraja semakin marah. "Kau akan menjadi batu" jawab si nenek. "Hahaha...ada-ada saja nenek tua ini, pengawal bawa nenek ini kepinggir hutan dan biarkan hewan buas memakannya". Akhirnya si nenek dibawa kedalam hutan oleh pengawal raja lalu diikat ke sebuah pohon besar. Sang raja masih merasa kesal dengan saran dari nenek tua tadi, diminumnya teh herbal tadi dan keajaiban terjadi, dia langsung sembuh, namun dia tidak mau mengikuti nasehat dari nenek tua, raja semakin serakah dan semakin jahat kepada rakyatnya.

Akhirnya suatu malam, raja merasa badannya sangat panas sekali dan seketika dia langsung berubah menjadi batu. Ternyata sang raja telah berkhianat kepada rakyat dan dirinya sendiri dan akhirnya kutukan dari nenek tua tadi menjadi kenyataan.

Hikmah dongeng anak indonesia kali ini adalah janganlah menjadi orang yang sombong karena jabatan dan pangkat, karena setiap kita akan dimintai pertanggungjawaban akan apa yang kita perbuat kelak dikemudian hari oleh sang pencipta. Semoga ini akan menambah wawasan kita akan menjadi pribadi yang bertanggung jawab akan apa yang telah kita perbuat kepada orang lain. Dongeng anak indonesia akan kembali memposting dongeng yang bermutu esok. Sampai jumpa
Read more >>

Monday, May 21, 2012

Kisah Pangeran Yang Sombong Dan Pangeran Baik Hati

Pada dongeng anak Indonesia kali ini, kita akan membaca sebuah dongeng anak yang bermula dari seorang pangeran yang tampan yang bakal memimpin sebuah kerajaan di negeri antah berantah. Pada suatu hari raja memanggil seluruh pegawai istana, raja ingin menyampaikan sesuatu yang paling penting demi keutuhan kerajaan.

"Wahai para penghuni istana, hari ini aku ingin memberitahukan sesuatu kepada kalian, sesungguhnya kalian sudah mengetahui bahwa aku kini sudah mulai tua dan ingin sekali menyerahkan kekuasaanku kepada putra-ku, Pangeran Aryakusuma", sontak para penghuni istana merasa tidak senang, karena anak raja bernama pangeran Aryakusuma akan menjadi seorang raja yang akan memimpin negeri mereka.

Sebab apa mereka tidak senang jika pangeran Aryakusuma kelak menjadi raja?, sebab pangeran Aryakusuma adalah sosok pangeran yang sombong, tinggi hati dan suka berbuat sesukanya. Banyak penghuni istana yang tidak senang dengannya, begitu juga rakyat yang tidak mau menyapa pangeran karena sering berbuat onar dan kerusakan.

Raja tidak menyebutkan bahwa selain pangeran Aryakusuma, ada anak raja dari selir raja yang sebenarnya adalah juga calon raja, namanya adalah Wiraprajakusuma. Berbeda dengan Aryakusuma, Wirapraja tampak lebih sopan, anggun dan baik hati, walau ia adalah anak dari selir, namun kepribadiannya mirip sekali dengan ayahanda paduka mulia.

Wirapraja sering membantu penduduk yang sedang kesusahan, mau bergaul dan suka menolong rakyat kecil. Rakyat lebih sering melihat Wirapraja berada di tengah-tengah masyarakat membantu dan menolong semua kegiatan yang ada di seluruh pelosok kerajaan. Sedangkan Aryakusuma sering menghabiskan waktu untuk berjudi, mabuk-mabukan dan sering membuat keonaran.

Akhirnya waktu yang telah ditentukan telah tiba. Sang Raja akan mengumumkan siapa yang akan menjadi penggantinya nanti. Seluruh rakyat dari penjuru kerajaan dikumpulkan di alun-alun untuk mendengarkan pengumuman yang akan sangat berarti pada hari itu.

"Wahai rakyat-ku, aku akan mengumumkan kepada kalian bahwa aku akan mundur dari tampuk kekuasaan-ku dan aku telah menunjuk siapa yang akan menggantikan aku sebagai raja", seluruh rakyat diam membisu, tak sabar ingin tahu siapa yang akan menjadi raja kelak.

"Aku sudah memilih Wiraprajakusuma sebagai pengganti ku".

"Horeee...horee...horee.." rakyat sangat senang mendengarkan pengumuman raja. Kini Wiraprajakusuma telah menjadi seorang raja di kerajaan akibat dari perbuatan dan sikap yang baiknya, sehingga walau ia seorang anak dari selir raja, namun ia berhasil membuat raja memilih dia sebagai penggantinya.

Hikmah dari dongeng anak Indonesia kali ini adalah, janganlah kita merasa minder walau kita tidak memiliki apa-apa, tapi berbuat baiklah sebab dengan kebaikan itu kita tertolong kelak di kemudian hari.
Read more >>

Friday, May 18, 2012

Dongeng Anak Indonesia - Kisah Penggembala Malang

Dongeng anak indonesia kali ini bercerita tentang seorang penggembala yang menggembalakan ternak domba di sebuah padang rumput yang luas. Namun si penggembala tersebut tidak mengetahui bahwa di dekat padang rumput tadi ada segerombolan srigala yang sudah kelaparan.

"Ah, enak sekali menjadi penggembala domba, santai dan bisa menikmati angin sepoi-sepoi", gumam si gembala sambil meniup seruling bambu yang mengeluarkan bunyi merdu di iringi tiupan angin sore yang membuat mata menjadi mengantuk.

Mungkin karena terlalu sepi sekali, akhirnya muncul niat iseng dari si penggembala tadi, kemudian ia ingin membuat kejutan bagi warga kampung sekitar padang rumput tadi, tak lama ia pun berteriak, "Tolong..tolong ada srigala....tolong..tolong ada srigala....", sontak para warga kampung berdatangan, ada yang membawa pisau, bambu, golok, parang.

Ternyata kedatangan para warga kampung memang dipicu oleh beberapa kasus ternak mereka yang dimangsa oleh srigala, sehingga mereka sangat geram dengan ulang dan tingkah srigala yang memakan hewan ternak mereka.

"Mana srigala, dimana srigala itu?" tanya warga kepada si penggembala. Si gembala hanya tersenyum kecut melihat kedatangan para warga, "Hmm..anu pak, tidak ada srigala, saya hanya bermimpi tadi". Warga pun memakluminya, karena angin yang sepoi-sepoi bisa membuat orang menjadi mengantuk dan terlena.

Akhirnya mereka pulang kembali masuk kedalam kampung.

"Hehehe....lucu juga yah, bisa mengumpulkan orang banyak dalam waktu sekejab" hati si Penggembala senang, karena dia tadi tidak kesepian lagi.

Pada keesokkan harinya, si Penggembala melakukan hal yang sama seperti kemarin, ia berteriak-teriak meminta tolong kalau ada srigala yang datang memakan domba miliknya. Walhasil para warga mulai kesal dan tidak suka dengan kelakuan si Penggembala ini.

Waktu berlalu, keesokan hari kembali si Penggembala melakukan hal yang sama, tapi kali ini benar-benar terjadi, dimana ada segerombolan srigala mendatangi padang rumput dimana ia menggembalakan domba-dombanya.

Kontan saja si Penggembala panik, dan langsung memanjat pohon untuk berteriak meminta pertolongan warga kampung. Warga kampung yang mendengar teriakan si Penggembala hanya gusar dan tidak mau datang sebab itu bisa saja kelakuan si Penggembala yang hanya iseng saja. Walhasil tidak ada warga yang datang dan ternak dombanya habis dimangsa oleh srigala tadi.

Nah, hikmah dari dongeng anak indonesia kali adalah kita tidak boleh mempermainkan orang lain, walau tujuan kita hanya iseng saja, sebab bisa jadi orang lain tidak menyukai apa yang kita kerjakan dengan tujuan untuk iseng semata dan merugikan orang lain.
Read more >>

Tuesday, May 8, 2012

Bagaimana membuat anak-anak senang mendengarkan dongeng.

Saat ini anak-anak memiliki banyak aktifitas mulai dari bangun pagi sampai mereka tidur dimalam hari. Namun banyak orang tua yang tidak memiliki cukup banyak waktu untuk meluangkan waktu untuk menceritakan dongeng anak sebelum mereka tidur atau ketika mereka sedang bermain. Menceritakan dongeng adalah hal yang paling penting agar anak memiliki daya peka terhadap lingkungannya. Dengan mendengarkan cerita dari kisah yang menarik dapat membuat anak mengembangkan daya hayal dan fikirannya.

Jika anda memiliki anak yang berusia dibawah lima tahun atau lebih, sebaiknya anda harus bisa menceritakan dongeng anak dengan sempurna ketika mereka sedang bermain. Dengan menceritakan dongeng kita juga bisa membuat hubungan antara orang tua dan anak menjadi lebih dekat dan lebih harmonis lagi. Anak yang sering mendengarkan dongeng dari orang tuanya juga akan menyayangi orang tua mereka dan lebih merasa dekat dengan apa yang telah diceritakan kepada mereka. Jadi akan banyak sekali manfaat yang akan kita peroleh dari bercerita kepada anak.

Jika kita sebagai orang tua mau meluangkan waktu sekitar 30 menit sampai 1 jam, maka kita bisa melatih daya ingat otak anak kita dengan menceritakan dongeng yang bisa kita ingat. Sekarang saya tanya kepada anda, apakah anda tidak ingat ada 1 atau lebih cerita atau dongeng yang pernah anda dengar dari orang tua kita sendiri?, pasti ada dan sebenarnya itulah modal kita sebagai orang tua untuk menceritakannya kembali kepada anak kita.

Sekarang adalah bagaimana membuat anak-anak senang mendengarkan dongeng dan tidak merasa bosan. Rahasianya adalah dengan menjaga tempo dalam bercerita serta intonasi dan memiliki penguasaan teknik dalam mendongeng. Menceritakan dongeng kepada anak-anak tidak seperti anda sedang memberikan kuliah kepada mahasiswa di universitas, akan tetapi bercerita kepada anak harus mengandung rasa kasih sayang dan tulus dalam memberikan informasi kebaikan dalam hidup.

Jika anda bercerita dengan jenaka dan lucu serta tulus dalam menceritakan dongeng kepada anak, saya yakin anak anda pasti akan lebih menyayangi dan mencintai anda, sebab dengan logat serta mimik anda dalam bercerita mereka akan lebih ingat anda daripada dongeng yang anda bawakan kepada mereka. Namun perhatikan waktu yang tepat jika anda ingin menceritakan dongeng kepada anak anda, waktu yang paling pas untuk menceritakan dongeng adalah waktu ketika mereka ingin pergi tidur.
Read more >>

Tuesday, May 1, 2012

Dongeng Anak Indonesia - Kisah si Badu Anak Rajin

Dongeng anak indonesia kali ini akan menceritakan tentang si badu anak yang pintar. Dikisahkan ada seorang anak yang bernama badu, dia lahir dari keluarga yang tidak mampu. Namun ketidakmampuan orangtuanya tidak membuat badu patah semangat, walau dia putus sekolah namun ia tetap belajar dan membaca buku yang diberikan dari teman-temannya disela-sela ia menggembala kambing.

Pada suatu hari Badu sedang menjaga kambing-kambingnya di padang rumput yang sangat luas di dekat pinggir hutan. Sambil membaca buku, Badu sesekali melihat kambingnya yang sedang memakan rumput.

Kemudian datanglah seorang kakek tua yang menghampiri Badu seraya bertanya, "Cucu, bolehkah kakek menumpang duduk dibawah pohon ini?" tanya sang kakek kepada Badu, "Silahkan saja kek," jawab Badu.

Lalu kakek itu memperhatikan Badu yang sedang asik membaca buku sambil memegangi seruling."Aapakah kau tidak sekolah, nak?" Tanya kakek itu lagi. "Tidak kek, aku hanya belajar dari buku-buku yang dipinjamkan dari teman-temanku", jawab si Badu.

Si kakek sangat terharu dengan perjuangan si Badu, selain pandai dia juga mau mencari nafkah untuk membantu orangtuanya yang kesusahan.

Badu kemudian menceritakan bahwa ia mengembalakan domba dan kambing milik orang lain karena ia ingin sukses dan menjadi orang pintar ketika ia dewasa nanti.

Si kakek sangat senang sekali mendengar cerita si Badu, kemudian dia berdiri sambil berkata. "Nak, kau akan sukses ketika engkau menjadi dewasa, ketahuilah dengan belajar yang tekun kau akan menjadi orang pintar". Kemudian si kakek pamit untuk melanjutkan perjalanannya.

Keesokkan harinya, si Badu hendak berangkat untuk memotong rumput untuk makan ternak gembala-nya. Tiba-tiba Ibu Badu berteriak, "Badu...Badu, sini nak". Badu segera menghampiri ibunya. "Ada apa, bu?" tanya si Badu keheranan."Engkau diterima disekolah, nak", kata ibunya sambil mengeluarkan air mata dari sela matanya yang sudah mulai keriput.

"Sekolah?, sekolah dimana bu?" Badu makin heran, "Tadi pagi ada yang mengantarkan surat ini kepada ibu, tapi ibu tidak bisa baca, kata yang mengantarkan surat ini, kau diterima bersekolah".

Lalu mereka bergegas menuju sekolah, disana mereka bertemu dengan kepala sekolah. Alangkah terkejutnya Badu ketika kepala sekolah itu adalah kakek yang ia jumpai di padang rumput kemarin.

Akhirnya Badu senang sekali bisa sekolah, dan ia menjadi anak yang pintar dan sering juara kelas. Nah hikmah dongeng anak indonesia kali ini adalah belajar lah yang giat dan jangan putus asa, sebab jika kita mau usaha maka Tuhan akan menunjukkan jalannya.
Read more >>

Followers